.menuhorisontal{width:100%; overflow:hidden; border-bottom:0px solid #000000;} .menuhorisontal ul{margin:0; padding:0; padding-left:0px; font:13px Arial; list-style-type:none} .menuhorisontal li{display:inline; margin:0} .menuhorisontal li a{float:left; display:block; text-decoration:none; margin-right:2px; padding:2px 2px 2px 2px; color:#000000; background:#CCCCCC;} .menuhorisontal li a:hover{color:#FFFFFF; background:#2E2EFE}

Sabtu, 08 Agustus 2009

Oknum Brimob Main Pukul di Ruangan Balaikota Medan Demo Buruh di Kantor Walikota Medan Ricuh

dari medan, melaporkan.
Aksi unjuk rasa ratusan buruh PT WRP Buana Multicorpora berakhir ricuh setelah aparat kepolisian dari Poltabes MS dan Satuan Brimob Polda Sumut, mencoba menghalau para pengunjuk rasa yang mencoba memblokir Jalan Maulana Lubis dan menumbangkan pagar Kantor Walikota Medan, Kamis (6/8) Siang.
Kericuhan terjadi setelah Kapoltabes MS, Kombes Imam Margono, memerintahkan anggotanya untuk mengamankan seorang pengunjuk rasa di depan gerbang Walikota Medan, yang menurut Kapoltabes MS sebagai provokator aksi demo tersebut.
Secara spontan ratusan aparat yang terdiri dari Polwan Poltabes MS dan Brimob melakukan aksi kekerasan terhadap salah seorang pengunjuk rasa yang berbuntut ditahannya tujuh orang pengunjuk rasa lainnya. Ketujuh pendemo juga tidak luput dari pemukulan oleh ratusan aparat yang siang itu bertindak agresif dalam pengamanan pengunjuk rasa.
Aksi ini berlanjut di ruang lantai satu Kantor Walikota Medan, dimana seorang pengunjuk rasa bernama Tohom mendapat pukulan dari aparat Brimob setelah Kapoltabes memerintahkan untuk mengamankannya ke Kantor Poltabes MS Jalan Muhammad Said Medan.
Sejumlah pejabat Pemko Medan dan PNS yang kebetulan menyaksikan demo ricuh tersebut menyesalkan tindakan sejumlah oknum aparat keamanan yang melakukan pemukulan terhadap sejumlah pendemo di ruang lantai satu Kantor Walikota Medan.
Menanggapi hal tersebut Kapoltabes MS, membantah telah memerintahkan pemukulan terhadap para pendemo. Kapoltabes mengatakan, aksi pemukulan aparat tersebut tidak dilihatnya secara langsung.
"Saya tidak melihatnya, silahkan kawan-kawan wartawan lihat rekamannya kembali, apa ada saya memerintahkan pemukulan," ujar Imam Margono.
Sebelumnya, aksi ratusan buruh PT WRP Buana Multicorpora yang menuntut pesangon akibat PHK sepihak oleh perusahaan, berlangsung di Kantor Dinasker Medan, kemudian mereka menuju ke Kantor Walikota Medan sekira pukul 14.00 WIB.
Sebelum bentrokan terjadi, para pengunjuk rasa melakukan orasi di depan pintu gerbang kantor pemerintah itu, sembari menunggu utusan dari Pemko Medan menemui mereka (pengunjukrasa). Namun, setelah satu jam lebih menunggu utusan dari Pemko Medan itu tidak kunjung datang.
Namun karena tidak adanya keputusan yang pasti para pengunjuk rasa mulai melakukan pemblokiran Jalan Kapten Maulana Lubis, sehingga arus lalu lintas di sepanjan jalan tersebut macat. Kemacatan ini sampai ke Jalan Kejaksaan depan Pengadilan Negeri Medan, yang saat itu sedang menggelar sidang kasus Protap yang dijaga ratusan aparat kepolisian.
Kemacatan arus lalu lintas tersebut, membuat Kapoltabes MS, Kombes Imam Margono turun langsung ke lokasi demonstrasi di depan Kantor Walikota Medan. Aksi blokir jalan pun langsung diatasi dan Kapoltabes meminta agar pendemo tidak berbuat anarkis, namun para pendemo merubuhkan pintu pagar Kantor Walikota Medan. Hingga tujuh pendemo ditahan aparat keamanan karena dianggap sebagai provokator.
Sementara Kadisnaker Medan, Tengku Irwansyah dalam pertemuan antara Kapoltabes MS, Perwakilan Buruh, dan unsur pengurus SBSI dan SPSI mengatakan, masalah tuntutan PHK buruh dalam penyelidikan Disnaker Medan beserta KPPP Belawan terhadap pengusaha PT WRP Buana Multicorpora.
"Disnaker berjanji penyelidikan ini dilakukan secepatnya dan pihak Disnaker dengan buruh terus melakukan komunikasi dalam hal ini agar tidak terjadi Mis-komunikasi lagi," ujar Tengku Irwansyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar