.menuhorisontal{width:100%; overflow:hidden; border-bottom:0px solid #000000;} .menuhorisontal ul{margin:0; padding:0; padding-left:0px; font:13px Arial; list-style-type:none} .menuhorisontal li{display:inline; margin:0} .menuhorisontal li a{float:left; display:block; text-decoration:none; margin-right:2px; padding:2px 2px 2px 2px; color:#000000; background:#CCCCCC;} .menuhorisontal li a:hover{color:#FFFFFF; background:#2E2EFE}

Jumat, 28 Agustus 2009

Dugaan KKN Dirut Garuda Garuda Indonesia: Masalah Itu Sudah Selesai


Jakarta - Emirsyah Satar disebut-sebut terlibat KKN yang merugikan keuangan negara hingga Rp 3,3 miliar. Dirut PT Garuda Indonesia tersebut akan segera dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun hal itu dibantah oleh Humas PT Garuda Indonesia Pudjobroto. Menurutnya, masalah yang akan dilaporkan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) itu sudah selesai. "Satu hal mengenai isu itu, isu sudah lama. Sudah selesai dan itu tidak benar," kata Pudjobroto saat buka bersama di Ayam Goreng Suharti, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2009). Pudjobroto mengatakan, masalah dugaan KKN yang dilakukan Emirsyah telah dibuktikan dengan audit. Hasilnya, persoalan tersebut sama sekali tidak ada unsur KKN. "Saya tegaskan tidak ada masalah sama sekali," kata Pudjobroto. Apakah akan merilis keterangan resmi? "Masalah sudah selesai tidak lagi diperpanjang," tandasnya. Sebelumnya, LIRA berencana melaporkan Emirsyah dan sejumlah onkum Bank BNI. Rencana ini berkaitan dengan kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan negara Rp 3,3 miliar. Kasus itu terjadi pada tahun 2001-2004, ketika Emirsyah Satar menjabat Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia. Saat itu, Emirsyah Satar tengah menangani Rekstrukturisasi Kredit Garuda Indonesia dengan PT Bank BNI (Tbk) senilai Rp 270.750.000.000. Dalam proses rekstrukturisasi itu diduga telah terjadi kolusi dan nepotisme. Di mana Emirsyah Satar melakukan perjanjian di bawah tangan yang diduga mampu memperkaya dirinya dengan selisih 2 persen setiap bulan dari total kredit Rp 270.750.000.000 atau rata-rata senilai Rp 1,350 miliar per tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar