.menuhorisontal{width:100%; overflow:hidden; border-bottom:0px solid #000000;} .menuhorisontal ul{margin:0; padding:0; padding-left:0px; font:13px Arial; list-style-type:none} .menuhorisontal li{display:inline; margin:0} .menuhorisontal li a{float:left; display:block; text-decoration:none; margin-right:2px; padding:2px 2px 2px 2px; color:#000000; background:#CCCCCC;} .menuhorisontal li a:hover{color:#FFFFFF; background:#2E2EFE}

Jumat, 28 Agustus 2009

Berebut Ketum Golkar Mbak Tutut Maju, The Clash of The Titans Terjadi di Golkar

Jakarta - Rencana majunya Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut dalam perebutan Ketum Golkar akan mengubah peta kekuatan kandidat. Secara politik Mbak Tutut dinilai mampu bersaing dengan Aburizal Bakrie (Ical) dan Surya Paloh. Perang antar raksasa atau the clash of the titans pun bakal terjadi. "Kalau Mbak Tutut maju akan terjadi the clash of the titans. Bakal seru itu," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari , Jumat (28/8/2009). Menurut Qodari, dari segi postur politik Mbak Tutut sanggup bersaing dengan Ical dan Paloh. Mbak Tutut juga lebih berwibawa dan dihargai di Golkar dibanding adiknya yang kabarnya juga ingin maju memperebutkan posisi Ketum, Tommy Soeharto. Namun demikian, bagaimanapun modal finansial sangat penting artinya di Golkar. "Kita kan nggak tahu bagaimana postur finansial Mbak Tutut," tutur Qodari. Kelebihan Mbak Tutut dibanding Tommy, lanjut Qodari, adalah posisinya di kepengurusan Golkar yang lebih tinggi. Tommy harus berjuang 2 kali untuk menjadi Ketum, yakni mengubah AD/ART yang mengharuskan kandidat pernah menjadi pengurus dan mendapatkan dukungan dari daerah. "Sedangkan Mbak Tutut cukup 1 kali, yakni mendapat dukungan, sama seperti Ical dan Surya Paloh," terang Qodari. Qodari menambahkan, meski Mbak Tutut berasal dari keluarga penopang Orde Baru, namun cara-cara lama ala Cendana tidak bisa dia gunakan jika ingin memajukan Golkar. Di era demokrasi ini, Mbak Tutut tetap harus menggunakan cara-cara baru dengan mengutamakan program partai jika ingin Golkar maju. "Kalau dulu pas Orba kampanye kan pura-pura saja. Nggak usah kampanye juga tetap menang," kata Qodari seraya tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar