Satma Ampi Medan menuding Diskotik F1 menjadi sarang pelacur, narkoba dan perdagangan perempuan. Mereka meminta agar Pemko Medan cq Dinas pariwisata segera menutup diskotik yang terletak dijalan mangkubumi Medan Sumatera Utara itu. “ Diskotik ini melegalkan perdagangan perempuan dan narkoba, bahkan perempuan dibawah umur kerap menjadi pengunjungnya, kami minta diskotik ini ditutup segera “ ujar para demonstran saat berdemo didepan kantor walikota dan diskotik F1.
Semula Satma Ampi ini melakukan orasi didepan kantor walikota Medan dan dijaga oleh sekitar 50 orang aparat dari kepolisian. Dalam tuntutannya Satma Ampi daerah Sumatera Utara tersebut meminta agar Dinas Pariwisata Medan mencabut ijin dikotik F1 karena dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat kota Medan. Agar polisi memeriksa pengunjung dikotik F1 karena disinyalir banyak mempergunakan Narkoba.
Karena mengijinkan pengunjung dibawah umur, Satma Ampi Medan meminta walikota Medan serta dinas sosial pemko Medan mendata pekerja seks komersial karena merupakan penyakit masyarakat. Satma Ampi juga meminta agar MUI mengeluarkan Fatwa Haram bagi tempat hiburan malam khususnya diskotik F1.
Mendrofa selaku staff dinas pariwisata Medan yang menerima para demostran didepan kantor walikota Medan berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam satma Ampi tersebut kepada pimpinan dinas pariwisata serta walikota Medan. Bahkan untuk menjamin bahwa tuntutan akan disampaikan mahasiswa meminta nomor HP Mendrofa.
Usai melakukan orasi di gedung walikota Medan jalan Maulana lubis, rombongan Satma Ampi dengan mengederai sepeda motor menuju lokasi diskotik F1 yang berada dijalan Mangkubumi. Diskotik F1 dijaga puluhan petugas keamanan dari Poltabes Medan yang dilengkapi tameng anti huru hara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar