.menuhorisontal{width:100%; overflow:hidden; border-bottom:0px solid #000000;} .menuhorisontal ul{margin:0; padding:0; padding-left:0px; font:13px Arial; list-style-type:none} .menuhorisontal li{display:inline; margin:0} .menuhorisontal li a{float:left; display:block; text-decoration:none; margin-right:2px; padding:2px 2px 2px 2px; color:#000000; background:#CCCCCC;} .menuhorisontal li a:hover{color:#FFFFFF; background:#2E2EFE}

Jumat, 28 Agustus 2009

Akibat Puting Beliung, Ribuan Ekor Ayam Mati dan 3 Rumah Rusak Berat

Sedikitnya terdapat dua ribuan ekor ternak ayam milik Sim Kian Guan alias Abak warga Dusun IV, Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mati.
Kematian ribuan ternak ayam tersebut akibat tertimpa tuntuhan kandang ayam milik Abak warga Pantai Cermin yang rubuh akibat dihantam angin puting beliung yang terjadi, Kamis (27/8) sekira pukul 22.30 WIB.
Selain merubuhkan bangunan kandang ayam dengan menewaskan ribuan ekor ayam, angin puting beliung juga merubuhkan 3 rumah warga Yakni, rumah Sariman (49) warga Dusun II, Desa Sementara, rumah Misrun (46) warga Dusun III, Desa Sementara dan rumah Sukarani (35) warga Dusun II, Desa Arapayung, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai.
Dari penuturan Abak pada imbc, Jumat (28/8) bahwa, ribuan ternak ayamnya mati akibat kencangnya angin pada Kamis malam, membuat kandang ayam sepanjang 70 Meter dan lebar 8 Meter terbuat dari papan dan atap rumbia rubuh.
"Dalam kandang itu ada 10 ribu ekor ayam, tapi karena kandang ayam rubuh sedikitnya dua ribu ayam mati terjepit maupun tertimba bangunan kandang, padahal ayam akan dipanen 5 hari lagi,"paparnya.
Dikatakannya, selain merubuhkan kandang ayamnya, angin kencang tersebut juga merubuhkan 5 bangunan kandang ayam milik A Cu, Kok Ciang dan Cing Lie,"Akibat kejadian itu kerugian yang saya alami sekitar Rp 200 juta,"papar Abak.
Sedangkan Sariman (49) warga Dusun II, Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai, menerangkan, malam itu sekira pukul 22.30 WIB muncul angin kencang disertai hujan deras.
"Malam itu saya dan keluarga tak bisa tidur karena angin kencang sekali, tiba-tiba saya terkejut seng rumah kami terbang dibawa angin, kami sempat basah karena air leluasa masuk kedalam rumah,"kenang Sariman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar