.menuhorisontal{width:100%; overflow:hidden; border-bottom:0px solid #000000;} .menuhorisontal ul{margin:0; padding:0; padding-left:0px; font:13px Arial; list-style-type:none} .menuhorisontal li{display:inline; margin:0} .menuhorisontal li a{float:left; display:block; text-decoration:none; margin-right:2px; padding:2px 2px 2px 2px; color:#000000; background:#CCCCCC;} .menuhorisontal li a:hover{color:#FFFFFF; background:#2E2EFE}

Jumat, 28 Agustus 2009

Pelanggaran Kode Etik KPK Telusuri Bukti-bukti Perjalanan Antasari ke Singapura

Jakarta - Komite etik untuk mengadili Antasari Azhar masih belum juga dibentuk. KPK beralasan masih akan memintai klarifikasi kepada pihak-pihak lain. Salah satunya, orang yang mengetahui kepergian Antasari ke Singapura.

"Misalnya dia kan pergi ke Singapura, kita akan cek tiketnya, sopirnya," ujar Wakil Ketua KPK bidang penindakan, Bibit Samad Riyanto , Jumat (28/8/2009).

Sebelumnya, laporan hasil tim Pengawas Internal (PI) KPK telah diserahkan secara lengkap kepada pimpinan siang tadi. Namun pimpinan menilai laporan tersebut belumlah cukup untuk membentuk komite etik.

Siapakah pihak-pihak lain yang dimaksud? Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, pihak-pihak tersebut adalah orang yang pernah bertemu dengan Antasari.

"Akan diklarifikasi dengan orang-orang terkait, contohnya dengan siapa main Golf," kata sumber .

Antasari diduga pernah bertemu dengan istri Nasrudin Zulkarnaen, Rhani Juliani di Hotel Gran Mahakam. Antasari juga sempat melakukan pertemuan beberapa kali dengan Nasrudin di KPK.

Ketua KPK nonaktif tersebut juga diduga melakukan pelanggaran kode etik saat bermain golf. Lebih lanjut, Antasari diduga bertemu dengan dua pengusaha di Batam dan tidak melaporkannya kepada pimpinan KPK.

Apakah Rhani berarti akan dimintai klarifikasi juga? "Itu kan hanya analogi, tapi jangan diartikan seperti itu," ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar