.menuhorisontal{width:100%; overflow:hidden; border-bottom:0px solid #000000;} .menuhorisontal ul{margin:0; padding:0; padding-left:0px; font:13px Arial; list-style-type:none} .menuhorisontal li{display:inline; margin:0} .menuhorisontal li a{float:left; display:block; text-decoration:none; margin-right:2px; padding:2px 2px 2px 2px; color:#000000; background:#CCCCCC;} .menuhorisontal li a:hover{color:#FFFFFF; background:#2E2EFE}

Kamis, 27 Agustus 2009

Kasus Tari Pendet RI Masih Sabar Tunggu Permintaan Maaf Resmi Malaysia

Jakarta - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik masih menunggu surat permintaan maaf secara resmi dari pemerintah Malaysia terkait Tari Pendet. Wacik memperkirakan, jawaban surat protes keras dari Indonesia itu akan diterima pekan depan.

"Saya masih tunggu surat resmi dari Malaysia. Perkiraan saya minggu depan sudah dijawab," katanya dalam acara konferensi pers di kantor Kadin, Kamis (27/8/2009).

Wacik menegaskan, pihaknya akan mempertimbangkan langkah selanjutnya setelah surat resmi dari Malaysia diterima. "Kita lihat jawabannya seperti apa, baru setelah itu kita akan melakukan
tindakan," katanya.

Dikatakannya, Menteri Pelancongan Malaysia, telah menghubunginya untuk untuk meminta maaf melalui telepon. Tapi saat itu, Wacik belum bisa menerima telepon karena sibuk. Wacik juga mengatakan, surat protes keras Indonesia sudah dibahas dalam rapat kabinet Malaysia.

"Saya sudah layangkan surat resmi dan protes keras, karena saya sudah gembira mulai ada pengakuan dosa, dari production house, yang minta maaf pada saya melalui emal. Minta maaf kok pakai email, menghadap sayalah," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar