.menuhorisontal{width:100%; overflow:hidden; border-bottom:0px solid #000000;} .menuhorisontal ul{margin:0; padding:0; padding-left:0px; font:13px Arial; list-style-type:none} .menuhorisontal li{display:inline; margin:0} .menuhorisontal li a{float:left; display:block; text-decoration:none; margin-right:2px; padding:2px 2px 2px 2px; color:#000000; background:#CCCCCC;} .menuhorisontal li a:hover{color:#FFFFFF; background:#2E2EFE}

Kamis, 27 Agustus 2009

Kantor Disatukan, Kerja Presiden dan Wapres Bisa Efektif

Jakarta - Dalam pemerintahan SBY-Boediono 2009-2014 mendatang, dipastikan kantor Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono berada dalam satu kompleks, sama saat Presiden Soeharto menjabat.

Diharapkan penyatuan kantor tersebut bisa mengefektifkan
kinerja kedua pemimpin negara tersebut.

“Hubungan kerja presiden dan wakil presiden bisa lebih efektif,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (28/8/2009).

Andi mencontohkan, kapan pun jika presiden membutuhkan kehadiran wakil presiden, tidak perlu membutuhkan waktu yang lama.

“Makan siang bersama pun bisa dilakukan, termasuk jumpa pers bersama,” imbuh Andi.

Saat ini, imbuh Andi, Sekretariat Negara sedang menyiapkan segala perlengkapan untuk mewujudkan rencana ini. Mengenai pendanaan, imbuh Andi, wakil presiden mempunyai anggaran sendiri.

Menurut Andi, pemisahan kantor kepresidenan saat ini adalah karena faktor keamanan.

Apakah akan ada penambahan pengamanan dengan disatukannya kantor presiden dan wapres? “Yang jelas saat ini kita punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan berbagai hal, termasuk keamanan,” imbuh pria asal Makassar ini.

Pada masa pemerintahan SBY-JK sekarang, memang kantor keduanya dipisahkan. JK menempati kantor yang terletak di Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sementara SBY berkantor di Istana Presiden. Pada masa pemerintahan Soeharto hingga Megawati, kantor presiden dan wakil presiden juga disatukan.

“Kalau ada apa-apa, tinggal jalan saja,” pungkas Andi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar